Sabtu, 14 Maret 2015

Sinopsis Novel Raditya Dika " Manusia Setengah Salmon "

Simaklah :D

Diantara semua kebiasaan ayah Dika yang aneh adalah senam kentut. Senam ini dilakukan setiap pagi dengan gerakan mengejang –ngejang di lantai sambil ngeden untuk satu tujuan : kentut. Dan pengalaman mencoba senam kentut itu Dika mulai saat kelas 1 SMP.
            Kebiasaan itu akhirnya sering mereka lakukan bersama-sama. Suatukegiatan yang membuat mereka selalu bersama-sama. Namun setelah kesibukan masing-masing bertambah, kegiatan itu menjadi jarang mereka lakukan bersama-sama lagi.
            Ketika putus cinta, hal yang dirasakan adalah kesedihan, kegalauan, dan kekecewaan. Dika mengibaratkan putus cinta sama halnya dengan pindah rumah.  Saat dimana seseorang harus bisa merapikan barang-barang dan memasukannya ke dalam kardus untuk nantinya diikat, dan tidak pernah tahu kapan kardus itu akan dibuka.
            Dalam berteman, terkadang kita dihadapkan pada keadaan yang sulit. Disatu sisi kita harus mengatakan kebenaran tetapi di satu sisi kita sungkan untuk mengatakannya. Namun bagaimanapun juga, sikap hati-hati mengutarakan kritikan atau nasehat dapat membangun sebuah keadaan yang lebih baik.
            Tidak semua makan yang kita anggap enak dianggap enak oleh orang lain. Begitu pula sebaliknya. Setiap orang mempunyai makanan yang mereka suka atau tidak disukai. Inilah indahnya perbedaan, indahnya kebebasan dalam mencintai makanan.
            Semakin tua umur kita, semakin kita ingin mandiri dari orang tua. Kita tidak mungkin selamanya bisa bertemu dengan orang tua kita.kemungkinan yang paling besar adalah orang tua kita akan lebih dulu pergi dari kita. Orang tua kita bahkan meninggalkan kita, sendirian. Dan kalau hal itu terjadi, sangat tidak mungkin untuk kita untuk mendengar suara mereka kembali.
            Istilah anak muda PDKT atau melakukan pendekatan sebelum pacaran zaman sekarang jauh berbeda dengan zaman dulu. Namun sesungguhnya tujuanya sama yakni, agar kita bisa membedakan antara orang kita mau dan orang yang kita butuhkan.
            Tumbuh dewasa memang menyenangkan, tetapi tumbuh dewasa juga harus melalui rasa sakit. The pains of growing up. ’Pindah’ menjadi dewasa berarti siap menghadapi rasa sakit dan melihat hal-hal yang menyakitkan itu sendiri. Hadir di pemakaman nenek-nenek, rasa sakit karena gagal masuk sekolah yang kita mau, atau rasa sakit lantaran geraham bungsu yang tumbuh.
            Hidup penuh dengan ketidak pastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya. Kita berpikir ini adalah perpisahan sehingga merasa sedih melepas hal-hal yang dirasakan, yakni hal-hal yang selama ini membuat kita senang dan nyaman.  Akhirnya, melakukan perpindahan ke tempat baru membuat kita dihantui rasa cemas.
            Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tidak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan yang lebih baik yang bisa di dapatkan tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. Bahkan rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Ternyata untuk medapatkan sesuatu yang lebih baik, kita tidak perlu menjadi manusia super. Kita hanya hanya perlu menjadi manusia setengah salmon : berani pindah.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2010 Kalo Bukan Gua Siapa Lagi ?

Template N2y Suka-Suka by Nano Yulianto